20 Mei 2012

Masalah Kejiwaan Picu Penyakit Fisik


Sebuah penelitian seputar kaitan masalah kejiwaan dengan kanker pernah dipublikasikan pada tahun 2010, seperti dilansir Telegraph (14/1/2010), trauma pendek, emosional atau fisik, dapat menjadi sarana mutasi kanker  yang akan berubah menjadi kondisi yang mematikan.

Para peneliti menemukan, emosi yang muncul setiap hari  dan menimbulkan stress, dapat memacu tumbuhnya sel-sel kanker. Pandangan itu seolah ingin mengatakan bahwa pertumbuhan kanker di pengaruhi pola emosi seseorang. Ahli genetic dari Yele University, Prof. Tian Xu, yang memimpin penelitian itu, mengatakan, kondisi yang berbeda dapat menimbulkan sinyal stres, kata Xu, menjadi nasihat yang selalu dianjurkan kepada pasien.

Dalam dunia medis, penyakit fisik yang dipicu oleh masalah kejiwaan sering disebut psikomatik. Bukan hanya kanker, penyakit fisik lainnya juga bisa menyerang, seperti jerawat atau gangguan reproduksi.

Pandangan senada diungkapkan oleh Guru Besar Ilmu Kedokteran Jiwa FK UGM, Prof. Dr.dr. Soewardi, MPh, SpKJ(K). “Kanker (dan penyakit fisik lainnya) bisa terjadi karena stress, tetapi orang cenderung tidak mau menerimanya. Itu salah satu bentuk psikosomatik,” katanya di Yongyakarta.

Stres, menurut dosen Fakultas Psikologi UGM, Prof.Dr. Sofia Retnowati, MS, merupakan respon pikiran atau tubuh maupun reaksi terhadap ancaman yang rill atau bersifat imajinasi. Respns atau reaksi tersebut dapat terjadi secara teratur atau berubah-ubah. Semua nacaman tersebut secara umum disebut stressor. “Pasien yang mengalami stres biasanya mengungkapkan keluhan fisik seperti tubuh gemetar. Untuk mencegah stres berkembang menjadi penyakit yang lebih sulit diatasi, dari tingkat puskesmas sebaiknya ada psikolog yang bekerjasama dengan dokter”, ujar Sofia. Ia menambahkan, saat ini di puskesmas yang ada di Kodya Yongyakarta telah terdapat tenaga psikolog.

Contoh penyakit kulit yang dipicu oleh masalah kejiwaan adalah jerawat. Menurut spesialis kulit RSUP Dr. Sardijito, Yongyakarta, dr. Arief Budiyanto, SpKK, stres memacu produksi sebum di kelenjar sebasius. Produksi sebum yang berlebihan akan menimbulkan jerawat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar