11 Agustus 2012

Menara Siger : Simbol Provinsi Lampung


Jam gadang adalah lambang kota Padang, Sumatera Barat. Jembatan Ampera mengigatkan kita pada kota Palembang di Sumatera Selatan. Monumen Nasional sudah pasti lambang kota…Jakarta, apakah Provinsi Lampung juga punya lambang? Ada dong. Tentu saja Menara Siger!

Khas Lampung

Menara Siger. Dinamai begitu karena memang menara ini berbentuk siger. Siger adalah topi adat pengantin wanita di Lampung. Mahkotanya terdiri dari 9 rangkaian. Hal ini melambangkan 9 macam bahasa Lampung.
Menara Siger berwarna kuning dan merah. Hal itu untuk mewakili warna emas dari topi adat pengantin wanita Lampung. Bangunan  Menara Siger dihiasi dngan berbagai ukiran. Ukiran-ukiran ini diambil dari corak kain Tapis. Kain Tapis adalah kain khas dari Provinsi Lampung.

Tinggi di Bukit

Menara Siger mulai dibangun tahun 2004. Tingginya mencapai 30 meter. Panjangnya, 50 meter. Lebarnya 11 meter. Menara Siger terletak diatas bukit yang tingginya 300 meter. Bukit itu terletak di atas pelabuhan Bakauheni, tepatnya di Jl. Lintas Timur, Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Di bagian dalam Menara Siger, terdapat restoran dan museum. Museumnya memamerkan kekayaan khas setiap daerah di Lampung. Misalnya, pakaian-pakaian adat Lampung. Lalu, di bagian luar nya, terdapat taman yang indah dengan saung-saung. Dari taman ini, kita dapat melihat pelabuhan Bakauheuni dan pemandangan laut dari ketinggian. Tentu saja menjadi tempat yang asyik untuk berfoto-foto.

Ditemani Tugu Nol

Menara Siger tidak sendirian. Menara ini juga ditemani Tugu Titik Nol Kilometer Provinsi Sumatera. Tugu ini juga dihiasi dengan corak kain Tapis dan warna kuning dan merah yang khas dari Lampung. Jadi, kalau ke Menara Siger, Kita mengunjungi dua lambang sekaligus. Tugu Nol Kilometer juga dianggap melengkapi  Tugu Nol Kilometer di Sabang, Provinsi Aceh Tugu, dan Tugu Khatulistiwa  di Pontianak, Kalimantan Barat.

Tugu Nol Kilometer Provinsi Sumatera
Bangunan memang bisa menjadi lambang atau simbol kota atau provinsi. Tetapi, ada juga hal-hal lain yang menjadi simbol sebuah kota. Misalnya, makanan atau kerajinan khas. 

Betul tidak!?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar