05 September 2012

Dimensi Kecerdasan Manusia (Bagian II)

Kecerdasan Fisik (Physical Quotient)

Kita sering mendenggar anggapan bahwa atlet itu “bodoh” dan ilmuwan itu “rapuh fisiknya”. Sudah saatya orang menyingkirkan anggapan seperti itu. Michael Schumacer, (alm.) Christopher Reeve, Venus dan Serena Williams, Tiger Woods, Lionel Messi, Lance Amstrong, dan Mick Jagger, adalah nama tersohor di bidangnya masing-masing. Yang menakjubkan, mereka semua diklaim oleh Tony Buzan sebagai bintang kecerdasan fisik.

Dengan kata lain, Mick Jagger ang merupakan bintang rock terkenal dan (alm.) Christopher Reeve yang mantan bintang film namun sisa hidupnya dihabiskan di kursi roda pun dapat sehebat bintang olahraga.
Kecerdasan fisik adalah masalah yang menyangkut kekuatan dan kebugaran otot sekaligus kekuatan dan kebugaran otak dan mental. Orang yang seimbang fisik dan mentalnya memiliki tubuh yang ideal serta otak yang cerdas. Kecerdasan fisik atau PQ (Physical Quotient) juga dianggap sebagai dasar dari elemen IQ (Intellegence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient). Kecerdasan fisik di sini adalah bagaimana cara seseorang untuk mengelola kondisi fisiknya secara sehat dan semestinya. Seseorang yang cerdas secara fisik tentu akan lebih maksimal memanfaatkan kekuatan-kekuatan dalam dirinya. Segala yang telah tersedia bagi kita kalau fisik kita tidak sehat tentu tidak akan mendapatkan hasil yang sempurna.

The Power of Physical Intelligence: 10 cara jadi orang yang bugar, sehat dan cerdas, yang ditulis oleh Tony Buzan menyatakan bahwa kecerdasan fisik (Physical Quotient), atau menurut Howard Gardner diistilahkan sebagai bodily-kinaesthetic intelligence, menyangkut kemampuan menjadikan diri fit secara fisik, leluasa bergerak, seimbang, tenang, dan semuanya terkendali. Menyantap makanan bergizi dan memiliki tubuh yang bugar juga termasuk dalam kecerdasan ini.

Apabila orang mampu mengembangkan kecerdasan fisik, menurut Buzan, lingkungan pergaulannya secara otomatis menjadi semakin luas. Hal ini dikarenakan naluri orang yang sehat akan membawanya kepada orang yang sehat, seimbang, serta penuh semangat dan gairah hidup.

Beberapa hal yang diperlukan agar individu mempunyai kecerdasan fisik adalah:

  1. Luangkan waktu untuk beristirahat. Kita merilekskan diri baik tubuh maupun pikiran. Kelelahan yang terjadi akan memengaruhi kemampuan dalam merespon pengalaman yang ada di hadapan kita. Segala hal yang berlebihan dapat membuat kita cepat lelah, stres, maupun depresi. 
  2. Kemampuan untuk merawat diri. Ketika seseorang memasuki masa remaja, terjadi perubahan fisik, misalnya produksi keringat yang berlebih. Yang penting untuk dilakukan bukanlah bagaimana supaya penampilan kita menarik tetapi lebih pada supaya tubuh kita sehat. Ada beberapa cara supaya tubuh tetap sehat. 
  3. Makan makanan yang sehat dan bergizi 
  4. Minum minuman yang sehat, segar, dan bebas alkohol 
  5. Tidur yang cukup 
  6. Berolahraga teratur/ tidak berlebihan 
  7. Mandi teratur 
  8. Tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang 
  9. Tidak merokok


Kecerdasan Spiritual  (Spiritual Quotient)

Manusia modern adalah manusia yang mempunyai kualitas intelektual yang memadai pula. Namun, terkadang kualitas intelektual tersebut tidak diimbangi dengan kualitas iman atau emosional yang baik, sehingga berkah yang iharapkan setiap manusia dalam hidupnya tidak dapat diperoleh dan disyukuri.

Banyak manusia modern yang mengandalakan kekuatan pribadi, selalu penuh dengan rencana, dan kompetitif. Namun, manusia modern tidak boleh melupakan mata hati dalam melihat segala sesuatu. Hal ini memerlukan kecerdasan spiritual yang memadukan antara kecerdasan intlektual dan emosional menjadi syarat penting agar manusia dapat lebih memaknai hidup penuh berkah, terutama pada masa sekarang, dimana manusia modern terkadang melupakan mata hati dalam melihat segala sesuatu.

Kecerdasan spiritual atau SQ (Spiritual Quotient) adalah kecerdasan manusia yang paling tinggi. Pokok dari SQ adalah:

  1. Kemampuan seseorang untuk menghayati keberadaan Tuhan atas segala apa yang ada dalam diri kita. 
  2. Kemampuan untuk memahami hakikat diri secara utuh. 
  3. Kemampuan untuk memahami hakikat di balik realitas. 
  4. Kemampuan member makna terhadap pengalaman hidup. 
  5. Kemampuan untuk membedakan mana yang benar mana yang salah. 
  6. Kemampuan memaknai bahwa kehadiran kita entah profesi atau status kita mampu membuat orang lain merasa dihargai dan mempunyai pengharapan.

Bagaimana cara mengembangkan SQ? beberapa hal dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Berdoa, merupakan cara yang tepat untuk membuat kita tetap sadfar akan keberadaan Tuhan atas segala hal yang ada pada kita. 
  2. Meditasi, merupakan cara untuk membuat diri kita tenang dan dapat berpikir jernih. Biasanya meditasi dilakukan di alam terbuka. 
  3. Merenung, sebagai cara untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk duniawi dan merefleksikan kembali apa yang telah dialami. 
  4. Membaca buku-buku yang memberikan inspirasi hidup sehingga kita dapat memperoleh wawasan mengenai banyaknya cara hudup bersama dengan orang lain. 
  5. Menulis buku harian sebagai sarana untuk menyalurkan enosi dan membaca kembali pengalaman-pengalaman emosi sehingga kesadaran diri tetap terpupuk. 
  6. Mengobrol dengan orang lain (keluarga, teman, maupun orang dewasa di sekitar kita) mengenai pengalaman mereka dapat menginspirasi kita untuk melakukan hal yang lebih baik. 
  7. Memberikan pelayanan pada orang-orang yang membutuhkan bantuan sesuai dengan kemampuan kita karena yang kita miliki adalah titipan tuhan untuk selanjutnya diteruskan kepada orang lain yang membutuhkan.
SQ akan membimbing kita untuk lebih mengetahui makna keberadaan kita di dunia. Jiwa yang tenang membuat kita dapat melakukan segala aktivitas dengan tenang.



Keterkaitan IQ, EQ, PQ, dan SQ

Kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, kecerdasan fisik, dan kecerdasan spiritual merupakan empat elemen genetis kesuksesan manusia. Kesemuanya itu akan lebih berguna bila ditunjang dengan kemampuan komunikasi yang maksimal.

Kecerdasan intelegensi berhubungan dengan pikiran, kecerdasan emosi berhubungan denfan hati, kecerdasan fisik berhubungan dengan tubuh, dan kecerdasan spiritual berhubungan dengan semangat hidup.

IQ akan mengatur kecerdasan intelektual dan membantu Anda berpikir, menetapkan rencana masa depan (visi), dan kreativitas. EQ mengatur kecerdasan emosi Anda untuk memperlakukan orang lain dengan baik, adil, dan penuh perasaan. PQ mengatur kecerdasan fisik Anda untuk melakukan kegiatan seefektif mungkin. Sementara, SQ mengatur kemampuan spiritual dan mempengaruhi keinginan Anda.

Keempat Q tersebut membantu kita menjadi orang yang sukses asal terkombinasi dengan baik antara P.I.E.S (Physical-Intelligence-Emotional-Spiritual).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar